Kunjungan Kepala Desa Linggamulya dan Kec.Leuwisari ke Curug Pamutuh Tasikmalaya

Selfie Bersama Aparat Desa dan Kecamatan beserta dari Komunitas My Trip My Adventure Tasikmalaya (kanan) 

Sabtu Pagi (09/09) Saya berkunjung ke Dusun Gegerhanjuang di Desa Linggamulya , Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Memang tujuan utama saya adalah untuk mengetahui Curug Pamutuh yang terdapat Telaga seperti di Green Canyon Pangandaran. Curug Pamutuh Sendiri berjarak sekitar 24,2 Kilometer dari Pusat Kota Tasikmalaya melalui Singaparna  - Leuwisari. Apabila dari Alun-Alun Singaparna Jaraknya 8,9 Kilometer ke arah Cigadog - Leuwisari. Curug Pamutuh ini tepat berada di sebelah selatan Gunung Galunggung dengan jarak sekitar 5,30 kilometer dari Gunung Galunggung.

Menunjukan Bekas Longsoran di Curug Pamutuh Tasikmalaya


Ya akses menuju ke Curug yang bernama Curug Pamutuh ini lumayan agak jauh dari area parkir Situs Gegerhanjuang dimana kita memarkirkan kendaraan. Untuk Menuju ke Curug Pamutuh kita harus mengikuti asal dari aliran sungai. Treknya lumayan curam dimana di sisi kanan adalah jurang dan sisi kiri adalah tebing. Selain itu kita akan melewati dua bendungan yang dibangun pada bulan Mei 2016. Setelah melewati jalan setapak kita akan melihat bebatuan besar yang merupakan bekas Longsoran pada bulan Desember 2016 disebelah kiri sungai. Setelah itu barulah kita sampai di Telaga terlebih dahulu , kalau mau melihat curug harus berenang dulu.

Kebetulan Kunjungan saya berbarengan dengan Aparat desa beserta Kepala desa Linggamulya dan Camat Leuwisari bapak. Nuraedin. Mereka semua melihat kondisi sekitar Curug. Dimana potensi alam ini bisa dijadikan tempat pariwisata baru. Keadaan air nya yang bening berwarna hijau kebiruan dan kita dapat melihat dasarnya adalah keunggulan dari area Curug Pamutuh ini.



Namun yang menjadi masalah adalah jalur atau trek yang lumayan jauh dan berbahaya maka dari itu Data yang didapat berupa Foto oleh Kepala desa dan Camat dikirim ke BPBD Kabupaten Tasikmalaya agar BPBD dapat meneliti potensi bencana yang dapat terjadi di sekitar curug mengingat kondisi curug yang berada diantara dua tebing tinggi sekitar 20meter. Terlebih Sisi Kiri sudah mengalami longsor. Baik Kades maupun Camat lebih memperhatikan kondisi sekitar dimana bisa saja longsor terjadi dan dikhawatirkan pengunjung tertimpa musibah. Maka dari itu beliau berpesan agar datang ke Curug Pamutuh ini tidak Sendirian dan lebih menjaga keamanan diri sendiri.

Rencana kedepannya untuk akses menuju Curug Pamutuh akan dibuat tangga langsung menuju Curug dari atas Bukit dari desa Linggamulya sehingga para pengunjung tidak perlu lagi mengikuti arus sungai yang medannya cukup membahayakan. Untuk kalian Ketahui Lokasi Curug ini berada di ketinggian sekitar 680 meter diatas permukaan laut. Berada di kaki Gunung Galunggung dan berada di belakang Bekas Kerajaan Galaunggung yang merupakan cikal bakal Tasikmalaya berdiri.

Nah jadi kalau kalian bersiwata ke Curug Pamutuh jangan lupa belajar sejarah dari Prasasti yang ada di Situs Gegerhanjuang ini.

Curug Pamutuh di Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya

Oh iya tadi juga bertemu dengan alumni UNSIL PJKR Lulusan tahun 2012 dan dua orang dari Komunitas My Trip My Adventure yang rencanannya Minggu (10/09) akan melakukan opentrip ke Curug Pamutuh ini.
Baca Selengkapnya >>>

Kesenian Kampung adat Naga meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.

Dalam memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia. Desa Neglasari, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya setiap tahunnya selalu menampilkan pagelaran dari beberapa kepunduhan atau Dusun yang ada di Desa Neglasari. Pertunjukan tersebut ditampilkan setiap malam hari. Hari Rabu (16/08/2017) malam saya sempat menonton pagelaran dari Dusun adat Naga.

Pertunjukan Kesenian dari Kampung Adat Naga di Desa Neglasari Kab.Tasikmalaya
Pagelaran dalam rangka Memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 ini sudah dimulai sejak Selasa (15/08)  malam. Memang setiap tahun selalu diadakan pagelaran di Kantor Desa Neglasari Kec.Salawu Kab.Tasikmalaya. Semakin malam, banyak sekali warga yang berdatangan dengan membawa sarung atau samping sebagai pelindung dari cuaca dingin. Ya, saat itu memang udara sangat dingin. Sekitar jam 20:44 WIB Acara dimulai . Pemain angklung baik lelaki maupun perempuan mulai menaiki panggung. Para pemain ini ternyata masih muda-muda sekitar SD - SMP . Dengan mengenakan Kostum pangsi hitam untuk lelaki dan kebaya merah untuk perempuan. Mereka dengan lihai menggoyangkan Angklung sesuai irama.

Pesinden yang membawakan beberapa lagu dalam rangka HUT RI k 72 di Desa Neglasari Kabupaten Tasikmalaya
Bukan hanya anak Muda tapi para orang tua juga ikut andil dalam pagelaran ini. Kebanyakan bapak-bapak yang bermain alat musik yang terbuat dari Bambu ini. Seperti Saron dari Bambu. Adanya perbedaan usia dalam pagelaran ini bukti bahwa adanya regenerasi dari pendahulu yang bisa melestarikan kebudayaan daerah. Selain itu bukti bahwa usia muda maupun tua dapat berkolaborasi dengan baik untuk melestarikan kebudayaan serta untuk menghibur para warga yang hadir saat itu.

Banyak sekali lagu yang dimainkan saat pagelaran ini diantaranya ada wangsit Siliwangi, Karembong Kayas, Mobil Butut, kabaya beureum dan lainnya. Hampir 10 lagu dimainkan dan para warga senang dengan adanya hiburan ini. Terlebih ada yang nyawer.
Anak Perempuan dari Kampung adat Naga yang ceria memainkan angklung 

Penampilan dari alat musik bambu dari Kampung adat Naga di Desa Neglasari
Selain ditemani oleh pagelaran, warga juga bisa membeli makanan dari pedagang-pedagang yang ada di sekitaran area pagelaran. Salah satu yang menarik saya adalah Bajigur dan Bandrek. Ya, dua minuman tersebut memang berasal dari jawa barat. Sepertinya pedagang yang saya temui ini sudah ada daya tarik bagi wisatawan mancanegara dengan menuliskan label berbahasa asing yaitu "West Java Kuliner" .
Salah satu pedagang di Desa Neglasari saat pertunjukan HUT RI ke 72



Baca Selengkapnya >>>

Trip Singkat ke Gunung Bromo Sendirian

Tiket Masuk Kawasan Gunung Bromo


Untuk pertama kalinya saya pergi ke daerah Timur Jawa Sendirian. Mencetak rekor sendiri dimana bisa bepergian sendiri dengan jarak yang sangat jauh. Gunung Bromo, ya itulah tujuan saya. Gunung yang selalu hadir di Iklan-iklan, di TV-TV di Film dan di postingan Instagram. Gunung yang terkenal dengan Hamparan Lautan pasirnya yang luas memang menggoda banyak orang untuk mengunjunginya. Lalu seperti apa perjalanan saya pergi ke Gunung Bromo ? 

Hari 1 - Senin, 7 Agustus 2017

Dari Tasikmalaya saya berangkat dengan menggunakan kereta Api Malabar kelas Eksekutif dengan tujuan Akhir Malang. Kereta Malabar berangkat dari Tasikmalaya pada pukul 18:39 WIB. Untuk kalian Ketahui Kelas Eksekutif memang cukup malah apalagi dengan jarak yang cukup jauh seperti Malang. Harga Normal Kelas Eksekutif Malabar Tasikmalaya - Malang adalah Rp.395.000 / Rp.465.000 WAW . Tapi kenapa saya memilih kelas Eksekutif ? Karena PT KAI mengadakan promo dimana seluruh kelas eksekutif harganya hanya Rp.150.000 . Kenyamanan kelas Eksekutif bisa dibeli hanya dengan Rp.150.000. Dan waktu itu saya menjadi penumpang satu-satunya dari Tasikmalaya yang naik di kelas Eksekutif . 

Perjalanan dari Tasikmalaya menuju malang menempuh waktu sekitar 12 Jam 16 Menit dan tiba di Stasiun Malang pada jam 07:05 Pagi. 

Hari 2 - Selasa, 8 Agustus 2017

Foto di depan Stasiun Malang


Jam menunjukan 07:00 WIB dan kereta Malabar belum juga sampai di Malang, Saya mulai khawatir saat itu. Kereta api malabar hampir telat 30 menit. Setibanya saya di Stasiun Malang saya disambut Orang Baru dari Sahabat Kereta Api di Daerah Operasional (DAOP)  8 Surabaya namanya Satria Ilham Renaldy , pertamakali DM-an pas tengah malam ketika saya sedang berada di Malabar. Akhirnya janjian via Whatsapp. Orangnya mirip banget sama Sahabat Kereta di DAOP 2 namanya Aan. Menurut dia Bedanya kalau aan itu Putih kalau dia Item plus dia medok banget jawanya. Tapi lucu, ohnya dia juga fans nya JKT / AKB48. Setibanya dibalang saya ngobrol-ngobrol sama Satria yang usianya memang lebih muda dari saya. Terus karena waktu semakin mepet dan cuaca di malang saat itu kurang mendukung saya diantar Satria pergi ke Terminal Arjosari yang jaraknya cukup jauh dari Stasiun Malang. 

Setelah menunggu saya akhirnya naik Bus AKAS tujuan Probolinggo dan saya pamit ke Satria. Selama diperjalanan saya habiskan waktu untuk tidur, walaupun agak kurang nyaman karena bukan Bus AC . 

Setibanya di Probolinggo saya berniat langsung naik Bison, kendaraan semacam Elf yang membawa orang-orang pergi menuju Gunung Bromo. Naas saat itu belum banyak orang yang pergi ke Gunung Bromo dan saya putuskan untuk mencari makan di sekitaran Terminal Bayuangga. Saya makan dengan Gulai Sapi plus es teh dingin yang saya lupa berapa harganya. Saat disana saya tanya ke bapa-bapa dan ibu-ibu pemilik warung nasi. Bison itu hukumnya WAJIB Penuh atau Banyakan diatas 10 orang baru bisa jalan. Kalau sendirian bayar nya Rp.500.000-an. Disana saya cukup kaget karena mau sampai kapan saya herus menunggu sedangkan waktu semakin berlalu. Untungnya ada rombongan Bule yang mau ke Bomo, saya pun ikut dengan rombongan itu. Hasilnya saya berangkat jam 13:30 dari Probolinggi Menuju Cemoro lawang dengan membayar Rp.45.000 (Kalau Penumpang BISON 15 Orang harga bisa Rp.35.000 per orangnya). 

Jalan saya menuju Gunung Bromo cukup berliku, setelah Malabar telat, Menunggu Bison Penuh dan di perjalanan menuju Cemoro lawang ada pengaspalan jalan alhasil menunggu sekitar satu jam sampai Bison kembali bergerak. Saya semakin khawatir karena takut tidak bisa ke Probolinggo tepat waktu. (FYI : Saya sudah memesan tiket Kereta Probowangi jurusan Probolinggo menuju Surabaya Gubeng merupakan kereta terakhir di hari itu, saya harus naik kereta tersebut karena Seok paginya saya harus berangkat dengan kereta Argo Wilis yang berangat jam 7 Pagi. Jadi saya bisa memiliki waktu istirahat) 

akhirnya Saya tiba di Gunung Bromo, satu persatu grup bule turun menuju Homestay-nya sedangkan saya langsung ke kawasan Gunung Bromo dengan harga tiket Rp.27.500. (Dengan Rincian Asuransi Rp.25.000 dan tiket masuk Rp.25.000 ) Setibanya di bromo banyak yang menawarkan saya Kupluk atau topi hangat. Tapi saya rasa dinginnya Bromo masih kalah dengan Dinginnya di daerah Garut terutama daerah Bayongbong dan Talaga Bodas. 

Selain itu saya ditawari Ojek dengan harga Rp.50.000 menuju kawah Bromo dan Rp.75.000 menuju Penanjakan 2 . Sayang waktu itu cuaca kurang bagus untuk menuju penanjakan akhirnya saya hanya menuju ke Kawah Bromo saja dengan Ojek. 

Setibanya di kaki kawah Bromo saya langsung memulai pendakian dengan jalan setapak penuh pasir yang benyatu dengan Kotoran Kuda yang cukup menyengat. Akhirnya saya tiba di kaki tangga menuju kawah Bromo. NAH disinilah Ke Apesan dan Kesialan saya. Ketika saya sudah foto-foto di bawah / di kaki kawah Bromo saya baru sadar dan langsung membuka slot Memori di kamera dan ternyata TARAAAAAAA . TIDAK ADA MEMORY CARD DI DALAM KAMERA SAYA !!!! Seketika saya merasa enggak karuan, kesal, menyesal, apes ya bercampur aduk. apalagi HP saya saat itu keadaannya sudah Mati gara-gara batrai habis. Tapi saya lanjutkan perjalanan menuju Kawah Bromo yang sangat berisik seperti dentuman yang besar dengan kepulan asap putih yang cukup tebal. Hanya beberapa menit saja dan saya langsung turun kembali ke Gerbang Kawasan Bromo . 

Supir Bison yang saya naiki sebelumnya ternyata menunggu saya karena memang niat saya PP tidak menginap. APES itulah yang saya alami (lagi) Saya lupa akan syarat BISON WAJIB PENUH . Dan memang tidak ada wisatawan yang turun saat itu kecuali saya. NAMUN, sang sopir dan kendekturnya mau mengantar saya kembali ke Probolinggo dengan ongkos Rp.100.000 (uang tersebut adalah sisa uang yang ada di kantong saat itu) Akhirnya saya berangkat naik dan berangkat menuju Probolinggo. (NOTE : Karena kalau mau menunggu penuh bisa jadi Esok pagi baru penuh, kebetula si spoir dan kendektur saya sudah kasih tau bahwa saya harus ada di stasiun untuk naik kereta yang jam 7 malam.) Tapi di perjalanan sang kondektur hanya meminta uang Rp.80.000 saja katanya kasian ga ada ongkos buat naik angkot ke Stasiunnya. Alhamdulillah. 

Setibanya di Terminal Bayuangga tempat ngetem para Bison saya langsung menaiki angkot warna kuning dengan kode G (Note : Saya ingat perkataan pemilik warung nasi, kalau dari Terminal Menuju Stasiun naik Angkot kuning dengan Kode D atau G)

Tiba di Stasiun Probolinggo yang ramai dengan Bule-Bule . Waktu menunjukan jam 18:00 alhamdulillah bisa sampai tepat waktu, dan setelah menunggu akhirnya saya naik Kereta Probowangi. Oh ya Stasiun ini seklilas mirip Stasiun Cimahi . Tapi dengan ruangan yang lebih besar. Bangunannya khas jaman belanda dulu. 

Jam 21:08 Tiba di Stasiun Surabaya Gubeng dan langsung menuju ke Indomaret untuk melakukan pembayaran Penginapan yang sudah saya pesan Online di Pegi-pegi. Ternyata lebih murah pesan online dari pada datang langsung bedanya cukup jauh. Kalau pesan langsung itu Rp.150.000 per malam kalau online Cuma Rp.110.000. Namanya My Studio Hotel Surabaya. Kenapa saya memilih Hotel tersebut ? 
Pertama karena Dekat dengan Stasiun Surabaya Gubeng
Kedua Konsep Hotelnya adalah Hotel Kapsul
Ketiga Hotelnya modern dan nyaman serasa di Kafe
Tapi sayang Toiletnya kotor sekali. Mampet, dan masih ada sisa POOP . Jadi malam itu saya  mandi dan langsung tidur. Beruntung, esoknya toilet sudah bersih dan enggak mampet. 

isi dari Kapsul Tempat Tidur di My Studio Hotel Surabaya

Ini adalah Jajaran Kapsul Tempat tidur di My Studio Hotel Surabaya. Disini bisa saling berinteraksi bersama pengunjung lain. Kebanyakan Bule yang nginep. 

suasana di Lantai bawah atau Loby sekaligus tempat makan dan berkumpul di My Stduio Hotel Surabaya. 


Hari ke 3 - Rabu, 09 Agustus 2017

Bangun pagi dan langsung mandi bersiap menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Sebelumnya saya sarapan dua keping roti dengan Selai Green Tea dan Seres serta secangkir Teh manis hangat yang tersedia secara gratis. Jam 06:34 Saya Check-out Hotel dan menuju Stasiun Surabaya Gubeng Lama. Tak menunggu lama saya langsung masuk dan diarahkan menuju Peron Jalur 6 oleh PKD. Kereta Argo Wilis datang dan saya bersiap menuju Tasikmalaya. 

Di perjalanan saya memesan makanan di Kereta Makan yaitu Ayam Kremes dari Pringsewu seharga Rp.30.000 dan Air teh manis hangat Tong TJi seharga Rp.7000 . Prama dan Prami nya orang sunda jadi saya ngomong sunda saja. Kata Teh Prami nya bilang "Orang Garut sama Tasik Sundanya Halus ya, jadi suka" ga sekalian suka sama orangnya :V  Makanannya cukup mengenyangkan , porsinya lumayan. Terdapat Nasi, ayam Goreng, Sambal Goreng, dan sepotong telur (seperti telur Balado) serta ada saus sambal. 

Kereta Api Argo Wilis ( KA 5 ) Ditarik Oleh Lokomotif CC 206 13 54

Ayam Kremes Pringsewu di Kereta Makan Argo Wilis

Teh Manis Panas Tong Tji


16:04 WIB akhirnya saya tiba di Stasiun Tasikmalaya dan langsung menuju ke Kampus Universitas Siliwangi untuk melaksanakan Kegiatan Orientasi Maklum Jadi panitia

Saya akan Rincikan waktu perjalanan serta Biaya yang saya keluarkan

SENIN 7 Agustus 2017
18:35 WIB - Berangkat dari Stasiun Tasikmalaya
SLASA 8 Agustus 2017
08:00 WIB (Kurang Lebih) Tiba di Stasiun Malang
08:45 WIB Tiba di Stasiun Arjosari
11:25 WIB Tiba di Terminal Bayuangga, Probolinggo
13:30 WIB Berangkat menuju Cemoro Lawang
14:23 WIB Macet di perjalanan menuju Cemoro Lawang karena pengaspalan
15:30 WIB Tiba di Kawah Bromo
16:08 WIB Berangkat dari Cemoro Lawang menuju Probolinggo
17:24 WIB Tiba di Terminal Bayuangga Probolinggo
18:04 WIB (perkiraan) Tiba di Stasiun Probolinggo
19:02 WIB Berangkat dari Stasiun Probolinggo
21:08 WIB Tiba di Stasiun Surabaya Gubeng
22:00 WIB Istirahat di My Studio Hotel
RABU 9 Agustus 2017
06:34 WIB check-out  My Studio Hotel Surabaya
07:00 WIB Berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng
16:04 WIB Tiba di Stasiun Tasikmalaya

Tiket Keret Selama Trip Singkat ke Gunung Bromo


BIAYA
Rp.150.000 Tiket Kereta Malabar menuju Malang
Rp.18.000 Bus AKAS ke Probolinggo
Rp.45.000 BISON Menuju Bromo (Cemoro Lawang) - GRUP sekitar 12 Orang
Rp.27.500 Tiket Masuk Gunung Bromo
Rp.50.000 Ojek menuju Kawah Bromo
Rp.80.000 Bison menuju Terminal Bayuangga Probolinggo (SENDIRIAN)
Rp.5.000 Angkot dari Terminal Menuju Stasiun
Rp.29.000 Kereta Probowangi menuju Surabaya Gubeng
Rp.110.000 Pemginapan My Studio Hotel Surabaya
Rp.150.000 Tiket Argo Wilis Menuju Tasikmalaya
Rp.30.000 Ayam Kremes Pringsewu di Argo Wilis
Rp.7000 Teh Manis Panas Tong Tji

TOTAL itung sendiri :')
Baca Selengkapnya >>>

Mampir ke Angkringan Juara di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Makanan di Angkringan Juara Ciawi Kabupaten Tasikmalaya
Di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya ada tempat yang asik buat icip-icip cemilan dan tempat yang cocok buat yang lagi nyari camilan. Namanya Angkringan Juara yang berada di Pasar Ciawi. Ya, angkringan ini memang berad adi kompleks pasar Ciawi berada di samping Bakso Sidomampir . Jadi kalau yang mau kesini masuk dulu ke Pasar Ciawi . Masuk ke jalan didepannya ada bank BJB. Dari Arah Tasikmalaya / Rajapolah belok ke Kiri, dari Arah Malangbong belok ke Kanan masuk ke area pasar.

Nah untuk makanan dan minumannya itu beragam. Yang menjadi andalah sih sepertinya Sorabi. Ya Pancake khas dari Jawa Barat ini menjadi menu andalan di angkringan ini karena Sorabi yang di sajikan cukup berbeda dan lebih modern. Ada Sorabi Red Velvet, Sorabi Green Tea, dan lainnya ada juga Sorabi Asin dengan berbagai Topping. Selain Sorabi ada juga Mie Ramen, Cilok Goang atau Cilok Rujak.

Minumannya disini segar-segar, mulai dari Squash, Mojito, Mojito Yoghurt. Selain itu ada yang Creamy seperti Latte , Thai Tea, ada Cappucino juga.
Serabi Green Tea Keju Oreo salah satu makanan andalan di Angkringan Juara Ciawi

di Angkringan Juara Ciawi juga ada Cilok Goang. 
Lalu berapa sih harga makanan dan minuman di tempat ini ?? Jangan Khawatir kantong kamu kebobolan ya, soalnya range harga mulai dari Rp.3000 - Rp.13.500 saja. Gimana ?? Untuk makanan yang saya pesan yaitu Sorabi Green Tea Keju Oreo itu harga nya cuma Rp.8500 saja, Untuk Cilok Goang harganya Rp.7000. Minumannya ada Cappucino dengan Topping harganya Rp.8.000. Untuk yang Green Tea Youghurt lupa lagi harganya Kalau tidak salah antara Rp.10.000-an.

Lokasi yang berada di keramaian Pasar Ciawi ya jadi agak sulit menemukannya selain itu juga tidak ada plang atau petunjuk arah. Tapi cukup cari saja pagar-pagar yang berwarna orange samping Baso Sidomampir. Tempatnya memang sempit hanya ada 5 meja Lesehan dan ada dua kursi yang bersatu dengan meja utama.

Nah bagi anak-anak muda di Ciawi dan sekitarnya cuk coba ke tempat ini. Cilok Goang nya rekomended lah hehheee.

Baca Selengkapnya >>>

Tempat nongkrong anak muda di Cibatu, Garut ada di Jawara Cafe

Gerbang Keluar Jawara Cafe, Cibatu Kabupaten Garut
Ketika saya bermain ke Cibatu, Kabupaten Garut. Saya diajak ke salah satu Cafe yang jadi tempat tongkringan anak-anak muda di daerah Cibatu. Namanya Jawara Cafe. Letaknya berada di Jalan kihajar dewantara kp. parakantelu, Cibunar, Cibatu, Cibunar, Cibatu, Kabupaten Garut. Kurang lebih jaraknya 850 meter dari Pasar Baru Cibatu dan 2 kilometer dari Stasiun Cibatu.

Dari segi tempat Cafe Jawara ini memang tidak terlalu luas ada beberapa meja yang disediakan dan secara keseluruhan disini itu Lesehan. Ya tidak ada kursi untuk bisa menikmati makanan disini, kita harus lesehan, konsepnya tradisional banget dan sunda banget. Icon dari Cafe Jawara ini adalah Cabe, ya cabe yang menjadi andalan di Cafe ini.

Oh ya FYI . Cafe jawara ini pernah diliput oleh beberapa stasiun televisi swasta Indonesia lho, karena memiliki keunikan di menu makanannya yaitu ada Baso dan steak dari daging Domba.
Papan Nomor Delivery order Jawara Cafe, Cibatu Kab.Garut
Beralih ke Menu, ada beberapa menu tradisional dan modern di Cafe Jawara. Yang jadi andalah sih sepertinya Seblak, ya terdapat beberapa jenis olahan seblak di Cafe Jawara ini (FYI Seblak : adalah makanan khas sunda yang terbuat dari kerupuk yang diolah dan dicampur dengan cabai sehingga pedas, terdapat dua jenis seblak ada seblak basah dan seblak kering) diantaranya ada Seblak Tulang, makaroni, bakso, katsu, jamur, keju dan lainnya. Ada juga Seblak Cilok dengan beberapa tambahan toping. Selain itu ada menu Korea dan Jepang lho... Seperti Ramen, Curry Katsu, Buldak Spicy, Gimjaban Spicy. Ada juga makanan tradisional lainnya seperti Nasi Tutug Oncom, Nasi Goreng Domba, Ayam bakar dan lainnya. Ada menu Dessert , Steak dan minuman segar. 

Untuk harga disini cukup terjangkau terutama untuk anak-anak sekolahan dan anak remaja di sekitaran Cibatu. Untuk harga seblak skisaran 8000-12.000 rupiah saja, menu makanan korea dibawah Rp.20.000-an. Ada juga Steak dibawah Rp.30.000. Kalau dari keseluruhnya harga mulai dari Rp. 3000 - Rp.27.000. 

Yuk yang kebetulan lewat Cibatu atau sedang ke Cibatu enggak ada salahnya mampir ke Cafe Jawara ini.


Makanan di Jawara Cafe. Dari Bawah : Seblak Keju, Kiri : Seblak Makaroni, Kanan : Ramen Kari. Minuman Green Tea. Di atas Seblak Katsu dan Lemon Tea

Chicken Curry Katsu di Jawara Cafe, Cibatu Kab.Garut

Di Jawara Cafe, Cibatu Kab.Garut terdapat makanan ala-ala korea salahsatunya ini, Chicken Jeju Spicy

Pisang cokelat Keju khas Jawara Cafe, Cibatu, Kab.Garut

Baca Selengkapnya >>>

Cafe Hits di Kota Banjar Myu Cafe. Makan Yuk

Myu Cafe Banjar - Makan Yuk
Anak Hits banjar pasti kenal dengan Cafe yang satu ini. Berada di Jalan Kantor Pos, tepatnya masuk Gang sekitar 40 meter dari Kantor Pos ke sebelah timur laut.  
nama MYU ini adalah sebuah singkatan yang kepanjangannya adalah Mamak YUk. Ya itu lah yang dijelaskan oleh teman saya yang asli banjar yang juga sering ke Cafe ini. 

Kafe ini berada di sebuah rumah yang garasinya dijadikan sebagai ruangan cafe. Tempat parkirnya lumayan cukup untuk kendaraan roda dua. Banyak Hiasan-hiasan di dinding Myu Kafe Ini, ya bisa dibilang hits dan kekinian lah.

Interior Myu Cafe Banjar
Oke Kita lanjut ke menu makanannya. Kekita disodori menu makanan ya saya agak heran, kenapa harga di menu makanannya itu di tutupi oleh selotip hitam. Saya khawatir harganya akan mahal-mahal. Tapi menurut teman saya (yang jadi model interior cafe) harganya relatif standar. Oke karena saya lapar saya memesan makanan berat yaitu Nasi Panggang ditambah minuman Blue Mountain. 
Blue Mountain ini adalah Soda Biru yang dicampur dengan Susu, Rasa creamy-nya sangat terasa ditambah rasa soda. Untuk Nasi panggangnya lumayan, nasi yang di panggang dengan potongan sosis dan ada telur goreng dilumuri saus sambal dan mayonaise. Harga Nasi Panggang Rp.17.000 sedangkan Blue Mountain Rp.10.000

Teman saya memesan Mie Ayam dengan Harga Rp.12.000 (kalau tidak lupa) sedangkan minumannya Ada Red Devil dan Blue Ocean yang harganya Rp.10.000. 

Ternyata untuk harga lumayan ramah untuk saya sebagai orang tasik. Dengan Rp.30.000 saja sudah lumayan kenyang. Tidak terlalu merogoh kocek dalam-dalam kok. Rekomended untuk anak-anak gaul yang ada di Kota Banjar untuk mampir kesini. 

Nasi Panggang Myu Cafe Banjar dan Blue Mountain
Menu Nasi Panggang, Mie Ayam , Blue Mountain dan Red Devil di Myu Cafe Banjar

Menu Mie ayam dan Blue Ocean yang warannya sudah jadi hijau di Myu Cafe Kota Banjar

Baca Selengkapnya >>>

Kue Balok Kang Didin yang Legendaris Di Bandung

Kue Balok Kang didin Kota Bandung
Menikmati hangatknya Kota Bandung belum lengkap kalau tidak ke tempat camilan yang satu ini, Kue Balok Kang Didin. Di Spanduknya sih Kuliner Asli Garoet, tapi selama saya ke garut saya bahkan belum pernah menemukan tukang Kue Balok. Berarti kue balok ini adalah makanan khas dari Garut ??? . Terus tertuli juga berdiri sejak 1950-an. WAW, sudah sangat lama sekali kan ?? 

Nah Jadi setelah berbuka puasa di Sushi Boonn saya diajak ke kedai Kue Balok yang berada di Jl. Abdul Rahman Saleh, Husen Sastranegara, Cicendo, Kota Bandung. Terdapat dua kedai di utara dan di selatan. Lokasinya lumayan dekat Lanud Husein.

Makanan yang di pesan di Kue Balok Kang Didin Kota Bandung

Minuman yang jarang saya temukan, Susu Lemon Tea di Kue Balok Kang Didin, 
Makanan yang khas disini ya tentu saja Kue Balok. Kue yang bentuknya seperti balok dengan bagian atas seperti gunung. Tapi yang membedakan dari tempat lain mungkin adalah Kue Balok Setengah matang yang lumer. Selain kue balok terdapat juga minuman yang menemani kamu makan Kue Balok, ada Kopi, Teh, Susu, Wedang, Bandrek dan lainnya. Disini juga minumannya unik-unik seperti yang saya pesan itu Susu Lemon tea, yang asemm banget tapi ada manis-manisnya. Terus juga ada Teh Lada Hitam.

Untuk harga Kue Balok itu Rp.2500 per biji untuk 1/2 matang dan Rp.3000 untuk yang matang. Minuman berfariasi harganya ulai Rp.3000-an.

Nah jadi kalau kalian lagi ada waktu buat hunting kuliner di Kota Bandung, jangan lewatkan yang satu ini ya. Oh ya semakin malam semakin rame lho..
inilah Dapur Kue Balok Kang Didin yang berada di pinggir jalan, sehingga aromanya tercium oleh pengendara. 

Suasana di Kue Balok Kang didin, Kota Bandung

Menu yang ada di Kue Balok Kang Didik Kota Bandung

Baca Selengkapnya >>>

Lesehan Mang Ujang, tempat favorit Mahasiswa UNSIL

Lesehan Mang Ujang di Jalan Peta
anak UNSIL siapa sih yang enggak mengenal Lesehan Mang Ujang ?? Lesehan yang berwarna hijau-hijau di Jalan Peta ini pasti dikunjungi mahasiswa unsil yang kelaparan. Selain makanannya yang menurut saya sih mengenyangkan serta murah , sekarang tempatnya pun lebih luas.

Dulu Lesehan mang ujang berada di jalan singa tepat pas belokan jalan Peta. tempatnya kecil hanya ada 3 meja dengan kapasitas 10 orang *kalau tidak salah.

Sekarang Lesehan mang Ujang pindah . Ya enggak terlalu jauh cuma pindah sekitar 15 meter dari tempat asal , tepatnya di Pinggir Jalan Peta.
Daftar menu Makanan dan Minuman di Lesehan Mang ujang. 
Makanan yang selalu saya pesan di Lesehan mang ujang yang bisa jadi recomended adalah Nasi dengan Telur Ayam goreng disiram bumbu saus kacang yang khas juga anget, Harganya ? Cuma Rp.6000 kok .. Ada juga menu lain seperti menu Nasi Ayam dimana nasi dengan potongan daging ayam dan bumbu yang meresap ke nasi nya. Ad ajuga Mie ayam, Mie Baso, Nasi goreng dan lainnya. 

Masalah Harga tenang kok Murah-murah, ya namanya juga tempat para mahasiswa pasti disesuaikan dengan kantong jajan para mahasiswa dong ?? Harga makanan sih dibawah Rp.10.000 , harga minumannya juga sama dibawah Rp.10.000. Dijamin kantong mahasiswa enggak bakalan kebobolan. 

Area dapur Lesehan Mang Ujang

Lesehan Mang Ujang dari Luar

Baca Selengkapnya >>>

Buka Puasa di Kedai Sushi Boon Dago, Kota Bandung

Kedai Sushi Boon di Jalan Ir. H.Djuanda Bandung
Selasa, 20 Juni 2017 saya bersama tiga rekan dari Bandung diajak untuk buka puasa bersama di salah satu kedai Sushi yang ada di Bandung tepatnya di area parkir Factory Outlet Level.  Jl. Ir. H.Djuanda atau di Dago. Namanya SushiBoon, pasti orang bandung sudah tidak asing lagi kan dengan kedai Sushi yang satu ini ? 

Sebenarnya ada beberapa Lokasi SushiBoon yang ada di Kota Bandung dan salahsatu nya ada di Dago. Datang jam 5 Sore kurang lebih satu jam sebelum Adzan Maghrib Berkumandang. Kami memesan beberapa Sushi dan makanan lain yaitu Ramen. Ya karena disini kedai Sushi jadi disini ada beberapa macam jenis Sushi, seperti ada sushi jenis Nigiri yang mirip nasi kepal ditaruh potongan daging ikan, terus ada Sushi Maki , sushi yang dibalut oleh Rumput laut, terus ada juga Sushi goreng seperti yang saya pesan. Isiannya beragam mulai dari jenis ikan laut, sapi, dan ayam.

Untuk Range Harga Sushi mulai dari Rp.16.000 - Rp.34.000. Nah untuk Menu lainnya Seperti Ramen harganya mulai dari Rp.18.000 - Rp.27.000 . Selain Ramen dan Sushi ada juga menu Donburi, bagi yang belum tau donburi itu adalah Rice Bowl atau Nasi dalam Mangkuk dengan tipping berupa potongan daging dengan sayur dan bumbu, *CMIIW. Harga Donburi Rp.17.000 - Rp.42.000 . 

Dari tadi bahas makanan terus bagaimana minumannya ? Sayangnya minuman di kedai Sushi Boon di Dago ini sedikit sekali. Hanya ada Ocha, teh Botol dan air mineral saja. Tidak terlalu banyak minuman disini. Mungkin Kedai Sushi Boon ini lebih fokus ke sushi kali ya ??


Sushi Lucky Luke di Kedai Sushi Boon Dago, Kota Bandung. 
Beberapa Sushi yang kami pesan diantaranya Lucky Luke (Rp.25.000) Sushi Goreng yang ditaburi keju dan mayonaise pedas dengan isian ikan Dori dan beberapa sayuran. Kemudian Spiky The Spice , Sushi Goreng Juga dengan isian Salmon(Rp.22.000) . Ada Tuna Maki (Rp.16.000) , Godzilla Roll (Rp.19.000) , Ramen dengan Kuah Soyu (Rp.18.000) .

Nah jadi yang mau ke Bandung nyari kedai Sushi yang harganya enggak terlalu malah , bisa coba ke Sushi Boon rame-rame bareng temen atau pacar juga boleh. Rekomended lah ...
Makanan yang kami pesan di Kedai Sushi Boon Dago Kota Bandung


Godzilla Roll di Kedai Sushi Boon Dago, Kota Bandung

Bersama rekan-rekan di Kota bandung buka bersama di Sushi Boon Dago. 

Baca Selengkapnya >>>

Ngabuburit di Teras Cikapundung Kota Bandung

Kolam ikan Relaksasi di teras Cikapundung 
Tanggal 11 Bulan 6 tahun 2017, saya tidak sengaja pergi ke Kota Bandung dengan Kereta Api. Alhamdulillah selama di Bandung ditemapi para Pecinta Kereta api atau yang lebih dikenal Railfans / RF. Setibanya saya di Bandung saya di ajak hunting di Tikungan Besar atau TIBER Padalarang, pertama kali saya kesana dan pemandangannya keren, sawah hijau terus ada jalan tol ada rel kereta yang menikung. Memang menurut orang lain, lepas Padalarang ke arah Purwakarta pemandangannya indah-indah.

Menjelang Sore Saya diajak ke Tempat Hits di Kota Bandung yaitu Teras Cikapundung. Dari ITB jaraknya cuma 2 Kilometer. Dari Gedung sate sekitar 3,3 Kilometer.

Teras Cikapundung ini bisa jadi alternatif bagi orang-orang yang ingin mencari kesegaran, kesejukan dan keteduhan di tengah kota Bandung. Areanya dekat dengan pepohonan besar di pinggiran sungai. Ya kadang di weekend katanya suka penuh apalagi musim liburan.
amphitheater di Teras Cikapundung Kota Bandung

Ornamen 3 Dimensi di Teras Cikapundung
Memasuki Area Teras Cikapundung kami di kenakan Tiket seharga Rp.3000 rupiah per motor ya mungkin itu adalah tiket parkir. (Tapi kok mahal ya :V ) Dari pinggir jalan menurun ke bawah.

Terdapat beberapa tempat atau spot di Teras Cikapundung ini diantaranya ada Air Mancur yang katanya beroperasi mulai jam 17:00. Kebetulan pas kami ke Teras Cikapundung, Air Mancurnya baru dioperasikan.

Setelah melewati Air Mancur terdapat amphitheater ,  atau ruang pertunjukan dimana terdapat kursi yang menghadap ke tempat pertunjukan yang dibelakang nya terdapat sungai.
Melewati amphitheater kita akan menyebrangi Jembaran Merah, disini banyak yang foto-foto .
Setelah melewati jembatan merah terdapat Kolam Ikan yang dijadikan terapi oleh warga yang berkunjung ke sini. Biayanya kalau tidak salah Rp.10.000.

Terus juga ada Gazebo atau saung-saung untuk piknik bersama. Selain itu juga kita bisa menyewa Perahu karet melintasi sungai Cikapundung. Tapi sayang pas kesini air sungainya sedikit , ya agak surut gitu. Sedikit ke dalam ada warung .

Teras cikapundung ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama deh. Ornamen juga hiasanya bagus-bagus, tiga dimensi lagi. Kalau yang gila selfie ya disini juga bisa dijadikan referensi tapi ya harus sabar ya soalnya banyak juga yang pada selfie.

Teras Cikapundung

Jembatan Merah di Teras Cikapundung

Baca Selengkapnya >>>
(c)andrianrpratama. Powered by Blogger.