Kehangatan di Curug Cipanas Nagrak Kabupaten Bandung Barat

Curug Cipanas Nagrak di Kabupaten Bandung Barat

Travelling ke alam ketika ramadan tidak ada salahnya, asalkan cari yang mudah untuk di lewati dan dilalui serta jarak, waktu dan cuaca juga jadi perhitungan. Seperti yang saya lakukan saat memasuki 14 Ramadan 1439 Hijriyah. Trip ini saya lakukan bersama 3 Orang kawan lainnya Aan dari Cimahi, Gilang dari cibatu dan Kymau sang tuan rumah dari  Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Trip kali ini ke Curug Cipanas Nagrak yang berada di Jalan Nagrak Kulon, Desa Sukajaya Kecamatan Lembang, Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Kalau dilihat atau di cari di Google. Curug ini memuat dua lokasi. Saya belum sempat bertanya kepada pengelola dan warga sekitar.

Perjalanan dimulai sekitar jam 13:00 WIB dari Cimahi. Dalam perjalanan kami sempat berpisah , Saya dan Kymau melalui Jalan Cihanjuang sedangkan Aan dan Gilang melalui jalur Cisarua tapi sama saja karena kedua jalan tersebut akan bertemu di Universitas Advent dari Advent Jaraknya sekitar  2,1 km ke Curug. Apabila dihitung jarak dari pusat Kota Cimahi, akan lebih dekat melalui jalur Cihanjuang jarak tempuh sekitar 13,5 Kilometer sedangkan melalui Cisarua sekitar 15,7 kilometer. Setelah saya cek di Google Maps. Apabila dari Kota Bandung ternyata lebih dekat melalui jalan Sersan Bajuri (Lewat UPI).

Kondisi jalan Cukup bagus,sudah ber aspal, meskipun beberapa bagian jalan ada yang kurang baik seperti jalan berlubang; Dapat dilalui kendaraan roda dua maupun kendaran roda empat. Jalan menuju Curug Nagrak menanjak jadi siapkan kondisi kendaraan yang baik. Setelah dari parkiran kita hanya berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang sudah ada tanda nya.

Hiasan sepanjang jalan menuju Curug Nagrak 

Suasana nyaman dan sejug terasa di Area Curug Nagrak ini karena lokasinya berada di ketinggian 1360 meter diatas permukaan laut, suhu udarannya sekitar 23°Selsius . Sumber Air di Curug Nagrak ini berasal dari Gunung Tangkuban Parahu. Bau belerangnya cukup terasa terlebih bebatuan yang ada juga terlihat berbeda karena pengaruh belerang. Apabila ditarik garis ke arah timur laut jarak dari Curug Nagrak adalah 5 kilometer ke kawah tangkuban parahu. Warna airnya Biru, kalau tidak percaya bisa datangi saja langsung ke Lokasi. Pemandangan hijau di sekeliling membuat betah. Kebetulan ketika kami berkunjung banyak sekali pembangunan mulai dari pembangunan seperti bangunan sebelum area Curug, kemudian ada pembangunan kolam baru yang rencananya akan menjadi 3 tingkatan.


Saung atau Warung tempat Makanan dan Gazebo
Fasilitas yang tersedia di Area Curug Nagrak adalah terdapat Kamar Bilas pria dan Wanita, Toilet, Ada juga saung-saung atau Gazebo sebagai tempat untuk beristirahat atau menyimpan barang atau makan-makan. Terdapat warung yang cukup besar jadi sentral disana. Ada juga saung darurat. Disana terdapat area yang cukup luas yang bisa dijadikan untuk Kemping.

Nah untuk Harga
Parkir dikenakan biaya Rp.5000 dan akan mendapatkan tiket warna kuning.
Masuk ke area Curug dikenakan tarif yang berbeda bila berkunjung Siang dan Malam hari.
Karena datangnya Siang menuju sore kami dikenakan tarif Rp.10.000/Orang (Tiket Dewasa) Untuk lebih lengkap mengenai harga tiket masuk ada di Foto di bawah.

Harga sewa Gazebo atau Saung Rp.15.000 / tempat
Ada juga harga sewa Samak / tikar Rp.10.000 / tikar
Untuk kamar bilas dan Toilet Rp.2000 / orang
Untuk harga jajanan atau makanan kami tidak begitu tau karena kami berkunjung ketika bulan puasa Ramadan dan kami juga sedang melakukan ibadah puasa.

Harga tiket masuk di Curug Cipanas Nagrak Kabupaten Bandung Barat

Sebenarnya area wisata Curug Nagrak ini bisa dijadikan area terpadu bisa juga memadukan dengan Agrowisata dimana disekitar area Curug terdapat banyak sekali sayuran yang ditanam, hasil kebun disana cukup banyak sehingga menjadikan edukasi bagi pengunjung khsusnya anak-anak dan menjadi daya tarik juga bagi wisatawan. Tergantung si pemilik atau pengelola mau mengembangkan dan mendapat peluang untuk memajukan area Wisata di Curug Nagrak ini.

Pembangunan Kolam Baru Curug Nagrak Kabupaten Bandung Barat

Salah satu sayuran yang terdapat di sekitar area Curug Nagrak Kabupaten Bandung Barat

Curug Cipanas Nagrak Kabupaten Bandung Barat | Take by : Kymau 

Baca Selengkapnya >>>

Kesejukan Hutan Pinus dan Curug Badak Batu Hanoman

Kesejukan Hutan Pinus dan Curug Badak Batu Hanoman
Hutan Pinus yang berada di Area Curug Badak Batu Hanoman, jaraknya sekitar 18 kilometer via Cisayong dari Tasikmalaya, berada pada ketinggian sekitar 1120 meter diatas permukaan laut, membuat area di sini terasa sejuk dan tenan. Area hutan disini bisa digunakan untung berkemah atau camp karena terdapat area lahan kosong luas diantara huta pinus disini.

Area Wisata Curug Badak Batu Hanoman ini berada di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong. Akses nya cukup bagus dengan jalanan aspal dari Cisayong. Bagi yang ingin berkunjung ke tampa ini bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Harga tiket masuk ke sini Rp.6250 per orang. Kebetulan ketika saya berkunjung suasana sepi karena weekday. Ada dua pintu masuk menuju ke Area wisata ini jalur pertama akan terlihat gapura dan lahan parkir yang cukup luas. Pintu kedua harus melalui jalan yang jelek ke arah utara dan terdapat warung-warung. Lokasi tepatnya bisa anda cari di Google Maps karena telah tersedia.



Bila berjalan ke arah barat laut akan bertemu wisata air panas Cipatuh dan terus berjalan lagi akan sampai di Talaga bodas.
Baca Selengkapnya >>>

Menikmati kesegaran di Leuwi Jubleg, Bungbulang, Kabupaten Garut

Air terjun Leuwi Jubleg Kabupaten Garut


Destinasi yang asik dan Gratis ada di Garut Kidul atau Garut Selatan tepatnya berada di  Kampung Cikupa Desa Cihikeu Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, namanya Leuwi Jubleg. Apabila diartikan Leuwi artinya Cekungan dan Jubleg adalah Lesung atau tempat untuk menumbuk. Mungkin penamaan Leuwi jubleg ini adalah karena Air Terjun kecil ini membentuk sebuah cekungan yang mirip dengan lesung tempat padi ditumbuk maka dari itu diberi nama Leuwi Jubleg. Leuwi Jubleg sendiri berjarak sekitar 76 Kilometer dari Garut Kota. Memiliki ketinggian sekitar 570 meter diatas permukaan laut.

Leuwi Jubleg ini memiliki aliran air yang jernih dan menyegarkan, berada di dalam hutan yang rimbun, menurut warga ketinggian Leuwi Jubleg ini sekitar 2-3 meter. Sedangkan apabila kalian keatasnya lagi ada yang lebih dalam sekitar lebih dari 5 meter. Kebetulan saya datang ketika Bulan Desember dan airnya jernih. Bagi yang belum bisa renang bisa kok di sekitaran aliran Leuwi Jubleg nya jangan dekat Curug nya.

Disini tersedia bilik ganti saja dan tidak ada pungutan harga masuk, baik itu tiket masuk atau tiket parkir. Saya sendiri memarkirkan kendaraan di dekat rumah warga.

Nah bagi yang ingin ke leuwi jubleg dari Garut kalian bisa lewat jalan Bungbulang . Sebelum pasar bungbulang terdapat Gapura desa Cihikeu dan disampingnya ada pangkalan ojek didepan Gapura Jalan terdapat depan mie baso urat. Nah kalian masuk ke jalan Desa Cihikeu terus saja ikuti jalan . Nah nanti itu belok kiri dari jalan masuk ke jalan lebih kecil ada kok petunjuknya. Nah nanti juga di dekat sawah ada petunjuk lagi. Tapi dari sawah kalian harus jalan kaki menuju Leuwi Jubleg.

Papan peringatan di Leuwi Jubleg Kabupaten Garut

Aliran air dari Leuwi Jubleg Kabupaten Garut

Menikmati Kejernihan Leuwi Jubleg Kabupaten Garut.

Baca Selengkapnya >>>

Riwayat Stasiun Tertinggi di Indonesia, Stasiun Cikajang Kabupaten Garut

Sisa bangungan Stasiun Cikajang Kabupaten Garut (16 Desember 2017)

Stasiun merupakan tempat pemberhentian kereta untuk menaik turunkan penumpang. Nah kalian tau enggak Setiap akhir tulisan stasiun di Indonesia ada + dan Angka. Misalnya Stasiun Bandung +709. Kira-kira kalian tau arti dari +709 itu ?? +709 menunjukan ketinggian dari Stasiun Bandung yang berarti berada pada ketinggian 709 meter diatas permukaan laut. Nah ngomong-ngomong tentang ketinggian kira-kira ada yang tau enggak Stasiun Tertinggi di Indonesia yang pernah ada ?.

Stasiun Nagreg saat ini merupaka stasiun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 848 meter diatas permukaan laut, namun dulu ada yang lebih tinggi dari Stasiun Nagreg namun ditutup pada tahun 1982 yaitu Stasiun Cikajang Kabupaten Garut. Stasiun Cikajang dikabarkan merupakan Stasiun Tertinggi di Asia Tenggara . Ketinggian Stasiun Cikajang saya ukur sendiri melalui aplikasi dan didapat hasil bahwa ketinggian Stasiun Cikajang pada saat saya ukur adalah 1251 meter diatas Permukaan Laut.

Stasiun Cikajang Sendiri diapit oleh dua Gunung yaitu Gunung Papandayan disebelah barat dan Gunung Cikurai disebelah Timur hal ini menjadikan Stasiun Cikajang berada pada ketinggian diatas 1000mdpl karena memang letaknya di kaki gunung. Lokasi Stasiun Cikajang sendiri berada di  Padasuka, Cikajang, Kabupaten Garut. Bangunan Stasiunnya berada di antara Pertokoan dnataranya Belakang toko Kosmetik, toko makanan, toko Aksesoris mobil, toko bangunan, toko foto, dan toko service kendaraan motor.

Bagian dalam Stasiun Cikajang Kabupaten Garut

Bagian dalam Stasiun Cikajang Kabupaten Garut

Percabangan jalur menuju cikajang dimulai dari Stasiun Cibatu kemudian ke Garut hingga ke selatan ke arah Cikajang. Perlu kalian ketahui jalur dari Garut menuju Cikajang terbilang berat karena gradiannya tinggi ada di Bayongbong menuju Cipelah sampai 36 per mil. Artinya, dalam satu kilometer ada tanjakan hingga 36 meter, maka dari itu dengan lokomotif diesel yang ada akan sangat sulit melalui jalur ini apabila jalur Cibatu - Cikajang diaktifkan kembali.

Kondisi Stasiun Cikajang sendiri semakin memprihatinkan, bahkan bagian dalam stasiun dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Tumbuhan, rerumputan dan semak-semak tumbuh subur di bagian dalam stasiun maupun bagian luar Stasiun. Apabila Stasiun ini tidak diurus bukan tidak mungkin beberapa tahun yang akan datang bangunan ini akan hancur dan tidak tersisa. Padahal bangunan Stasiun Cikajang ini merupakan saksi bisu Stasiun Tertinggi di Indonesia dan Asia Tenggara yang pernah ada, serta merupakan bukti bahwa warga Cikajang dan Garut pernah memakai moda Transportasi Kereta api untuk keberlangsungan ekonomi warga.

Tulisan TCIKAJANG pada bangunan Stasiun Cikajang sebelah Selatan. 

Sisa-sisa Rel di depan Stasiun Cikajang Kabupaten Garut. 


Baca Selengkapnya >>>

Sahabat Kereta Api Area 2 gelar aksi Penghijauan di Stasiun Cipeundeuy

Ketua Sahabat Kereta Api Area 2 Bandung Gerry Rocky (Kiri) menyerahkan Benih ikan kepada PPKA Stasiun Cipeundeuy (kanan)  


Bukan hanya tentang kereta, Sahabat Kereta Api Area 2 Bandung menggelar Aksi Penghijauan yang dilakukan di Stasiun Cipeundeuy , Kabupaten Garut pada Minggu (26/11) Pagi . Aksi Penghijauan ini dilakukan sebagai wujud nyata kecintaan terhadap lingkungan.

Kegiatan Penghijauan ini medapat dukungan dari Manajer SDM DAOP 2 Bandung yang sedang memantau lokasi Longsoran di dekat Staisun Bandung bersama Dinas Perhubungan Jawa Barat. Selain ajang untuk silaturahmmi antar anggota, penghijauan ini sebagai aksi sosial dimana Stasiun Cipeundeuy telah dilanda banjir pada 22 November 2017 yang menutup jalur rel kereta api.

Penyerahan Tanaman dan Benih ikan dilakukan secara simbolis oleh Ketua SKA Area 2 Bandung kepada PPKA yang Pak Ihsan. Selain penanaman Pohon, SKA Area 2 Bandung ini melakukan Pembibitan Ikan dan gerakan pungut sampah di sekitar area Stasiun Cipeundeuy.

Aksi Penanaman pohon Sahabat Kereta Api Area 2 Bandung di Stasiun Cipeundeuy

Aksi Penghijauan ini dilakukan oleh Anggota Sahabat Kereta Api area 2 Bandung yang datang dari berbagai daerah seperti Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Cibatu, Cimahi, dan Kota Bandung, serta ada juga dari umum. Meskipun berbeda daerah dan jarak yang lumayan jauh, tidak menghambat para anggota untuk hadir dalam kegiatan positif ini.
Kedepannya, Kegiatan ini diharapkan dapat menanam jiwa peduli lingkukan kepada setiap anggota agar bisa menjaga Area Stasiun tetap bersih dan nyaman bagi para penumpang, dan dapat dilakukan secara rutin.

Pembibitan Ikan oleh Sahabat Kereta Api Area 2 Bandung di Kolam Stasiun Cipeundeuy
Foto bersama Sahabat Kereta Api Area 2 Bandung bersama Crew Stasiun Cipeundeuy yang Bertugas. 


Baca Selengkapnya >>>

Nikmati Harga tiket Kereta Api Murah dari dan Menuju Bandung.

Boarding Pass dengan Tarif Parsial Bandung - Tasikmalaya


PT Kereta Api Indonesia membuat inovasi memberlakukan tarif Khusus untuk Kereta api non PSO atau non subsidi. Tarif khusus Parsial tersebut bisa dibeli secara Go-Show atau secara mendadak dengan batas 2 Jam sebelum keberangkatan kereta api. Tarif Parsial ini hanya berlaku untuk kereta api jarak dekat. Tiket Parsial ini hanya bisa dibeli di LOKET Stasiun, tidak bisa membeli secara online maupun di tempat lain. Selain itu juga, tarif parsial dengan harga khusus ini tergantung ketersediaan kursi yang ada, ketersediaan kursi dapat di cek di laman https://tiket.kereta-api.co.id atau pun di aplikasi KAI ACCESS. 

Stasiun Tasikmalaya merupakan stasiun yang berada di bawah Daerah Operasi 2 Bandung memberlakukan Tarif Parsial dari dan menuju Stasiun Bandung.  Selain dari dan menuju Stasiun Bandung, tarif parsial dari Tasikmalaya juga bisa untuk tujuan Stasiun Banjar, Stasiun Cipeundeuy,  dan Stasiun Kiaracondong. 

Berikut harga khsus tarif Parsial kereta api di Stasiun Tasikmalaya 


RELASINAMA KATARIF KHUSUS (dalam Rupiah)
EksekutifBisnisEkonomi
BANDUNG – TASIKMALAYA P.PArgo Wilis80.000––
Turangga80.000––
Lodaya Pagi / Malam80.00070.000–
Mutiara Selatan80.00070.000–
Malabar80.00070.00060.000

Apabila anda dari Stasiun Tasikmalaya tidak sabar menunggu dan takut kehabisan tiket dengan tarif parsial anda juga bisa membeli tiket dengan tarif parsial dengan rute Banjar - Bandung PP, tentunya dengan harga yang berbeda. Tiket parsial ini bisa anda beli 3 Jam sebelum keberangkatan Kereta api.

Jadi bagi anda yang dari Tasikmalaya menuju Bandung akan dikenakan tarif dari Stasiun Banjar apabila akan membeli tiket dengan tarif Parsial 3 Jam sebelum keberangkatan kereta, dengan daftar harga sebagai berikut :

RELASINAMA KATARIF KHUSUS (dalam Rupiah)
EksekutifBisnisEkonomi
BANDUNG – BANJAR P.PArgo Wilis90.000––
Turangga90.000––
Lodaya Pagi / Malam90.00080.000–
Mutiara Selatan90.00080.000–
Malabar90.00080.00070.000

Sudah tau harga Tarif Parsial yang dibeli secara Go-Show atau dadakan tapi belum tau Jadwal Keberangkatan Kereta nya ?? Yuk tinggal klik dibawah ini :


Semoga bermanfaat ya dan Enjoy Your trip.

Baca Selengkapnya >>>

Sensasi Menginap di Hotel Kapsul.

Hotel Kapsul merupakan sebuah terobosan terbaru di industri Perhotelan, dimana Hotel ini dirancang bagi yang akan melakukan trip singkat atau sekedar menginap singkat dan melanjutkan perjalanan. Hotel Kapsul sendiri awalnya dari Jepang . Di Jepang sendiri, Hotel ini banyak digunakan oleh pekerja yang terlambat pulang karena lembur dan harus kembali bekerja di pagi hari berikutnya. Yang saya liat Hotel Kapsul itu kaya mesin Cuci bentuknya. 

POD House adalah Hotel Kapsul pertama di Indonesia yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain POD House semakin banyak Hotel Kapsul yang ada di Indonesia khususnya Kota-kota besar di Pulau Jawa. Nah tidak perlu Ke Jepang ya untuk menginap di Hotel Kapsul. Di Indonesia juga ada, kebetulan saya juga pernah merasakan yang namanya Hotel Kapsul.

1. My Studio Hostel, Surabaya

Dalam perjalanan saya ketika Ke Malang dan pulang dari Surabaya saya memutuskan untuk memesan penginapan di My Studio Hostel di Surabaya. Harganya Rp.110.000, harga tersebut saya dapatkan saat booking di Website PegiPegi, harganya lebih murah karena kalau pesan langsung harganya Rp.150.000. 

Fasilitas yang saya terima di My Studio Hostel ini adalah:
- Kasur dengan Bantal dan Selimut
- Terdapat Breakfast berupa roti yang bisa di panggang serta bisa menggunakai Selai atau coklat.
- Meja
- Stop Kontak
- Gantungan

Walaupun dalam satu ruangan terdapat banyak sekali tempat tidur tapi tenang privasi terjaga dan barang bawaan juga aman karena tersedia locker. Sayangnya ketika saya datang saya tidak diberi kunci loker karena memang menginap singkat sekali. Tiba di Surabaya dari Probolinggo (Setelah dari Malang) jam 10 malam dan Check Out Pagi jam 6 . Terdapat tirai atau gorden yang ditarik sebagai sekat untuk menjaga privasi kita. Kasurnya empuk dan nyaman, pinggir-pinggir terbuat dari triplek kayu. Cukup kedap suara. 

Jarak dari Stasiun Surabaya Gubeng cukup dekat sekitar 200 meter. Jadi cocok kalau kalian yang mau ngetrip singkat semalam bisa istirahatnya disini. 

Interior Room Capsule di My Studio Hostel Kota Surabaya

Interior Room Capsule di My Studio Hostel Kota Surabaya

Suasana di Interior Room Capsule di My Studio Hostel Kota Surabaya
Minusnya di My Studio Hostel ini adalah di setiap lantai hanya ada satu Kamar mandi jadi harus bergantian menunggu yang lainnya kecuali ke lantai yang lainnya. Terus ketika pertama kali ke Kamar mandinya, toiletnya sangat kotor sisa POOP nya masih ada terus susah untuk dibilas juga. Sepertinya penghuni kamar sebelumnya yang menggunakan toilet, tidak membilas toilet dengan bersih. Tapi beruntung besok pagi nya toliet sudah bersih.


2. Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul yang kedua saya rasakan di Kota Semarang. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, Saya sudah booking jauh-jauh hari bahkan H-30. Dengan Harga yang menurut saya sangat bersahabat apalagi bagi para backpacking yang sedang Backpacker-an di Kota Semarang. Lokasi Strategis di pusat kota Semarang dekat dengan Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol. Juga sekitar 1 Kilometer menuju Lawang Sewu.

Untuk Menemukan Sleep & Sleep Capsule Hostel ini mudah kok ada bangunan yang ada perosotannya nah dibawahnya. Jadi Sleep & Sleep ini lokasinya ada di Pojok Gedung tersebut. Jangan masuk ke dalam gedung yang ada perosotannya tapi masuk ke samping kanan bawah Gedung itu.

Kesan pertama di Sleep & Sleep Capsule Hostel ini terlihat rapih, resepsionis nya ramah dengan baju kuning saat itu (Lupa lagi wkwkwkw) Property lobby nya juga bagus, lantainnya ada gambar jalan gitu, ada souvenir yang bisa kita beli, ada makanan juga. Sebelum ke kamar si mbak nya nawarin paket perlengkapan mandi seperti sabun, handuk, sikat gigi dll. Harganya murah, tapi berhubung saya bawa sendiri jadi saya tidak beli.

Nah kamarnya itu ada 3 Tingkat. Tingkat atas itu adalah harga yang paling murah, yang tengah medium yang bawah yang agak mahal (Tapi tetap murah sih) Yang paling atas harganya cuma Rp.34.000 (Harga yang saya booking via Online) yang paling bawah itu kalau tidak salah sekitar Rp.55.000 untuk satu malam nya. Di dalam satu kamar terdapat beberapa bed , sepertinya dipisah antara kamar laki-laki dengan perempuan. Identik dengan warna Oranye dan Kuning kalau tidak salah (Kuning lagi wkwkwkw) Ruangannya sejuk terus bersih pula.

Jadi dengan harga Rp.34.000 dengan bed paling atas kita cuma mendapatkan Fasilitas bed dengan Bantal DAN WIFI GRATIS !!!! Ya lupa, jadi sebelum kita diantar ke Kamar kita akan dikasih Kunci untuk locker dan kertas kecil berupa ID dan Password WIFI. WIFInya Lancar dan Cepat lho !!! heheee Oh iya di bed juga ada Stopkontak jadi ga usah khawatir kehabisan batre kamera atu smartphone kamu ya.
Suasana di Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang

Room di Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang

Interior Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang
Kalau menurut saya minus nya itu kita enggak dikasih atau disediakan selimut oh iya dan untuk yang mau sewa bed paling atas harus hati-hati soalnya salah satu penghuni yang ngobrol dengan saya kebetulan dari Rancaekek katanya "Paur" atau agak seram ketika kita turun dari bed . Soalnya lumayan tinggi sih ada sekitar 5 meter-an. Iya saya juga ngerasa gitu sih apalagi saat itu kaki saya sedang bermasalah jadi agak seram juga kalau jatuh. Ya kalau seram bisa sewa bed yg bawah kok sama-sama murah cuma Rp.55.000-an.

Selai itu yang saya penasaran sih jadi di setiap suduh ruangan , baik itu di kamar mandi, di kamar, maupun di lobby ada arang. Saya kurang tau fungsi arang itu untuk apa yang jelas hampir setiap sudut itu ditaruh arang.  Tebakan saya sih Mungkin berupa tradisi jawa gitu.
Baca Selengkapnya >>>

Backpacking pertama kali ke Kota Semarang mengisi Libur UTS


Lawang Sewu yang pernah menjadi Kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan Kereta api jaman Hindia-Belanda. 

Libur UTS Selama Satu minggu saya manfaatkan untuk mengunjungi sebuah Kota di utara Jawa, Semarang. Tidak pernah saya mengunjungi Kota Semarang sebelumnya maka dari itu ini adalah cerita perjalanan pertama saya mengunjungi Kota yang terkenal akan Lunpia nya. 

HARI PERTAMA - Selasa, 10 Oktober 2017 

Tasikmalaya - Bandung menggunakan Lodaya berangkat dari Tasikmalaya jam 01:30-an (Telat).
Tiba di Bandung jalan kaki ke Masjid Raya BAndung 12 Menit untuk bersih-bersih dan Sholat. Balik lagi ke Stasiun Hall Bandung. 

Bandung - Semarang menggunakan Kereta Api Ciremai di Eksekutif 2. Kursi Empuk Biru Bludru. AC terasa sampai Cikampek. Setelah Cikampek tidak berasa. Tidak ada meja lipat. Kaca agak buram dan Fasilitas Hiburan ada. Tiba di Semarang  lebih awal Sekitar 13:32 WIB. Dengan menaiki Kereta Ciremai ini saya bisa menikmati laut Jawa dari kereta. Luar Biasa Sekali. Biasanya Jalur Selatan disuguhkan pemandangan gunung dan bukit. Jalur utara disuguhkan Lautan. Saya sempat membeli Makanan Rp.30.000 yaitu Ayam Kremes. Porsinya sama seperti di rumah makan pada umumnya yang biasanya Rp.15.000-an. Porsinya lumayan mengenyangkan, sambel kurang pedas, tempe enak, sayuran segar. 

Interior Kereta Ciremai Express Eksekutif 2


Interior Kereta Makan Ciremai Express

Nasi Ayam Kremes di Kereta Ciremai 

Laut Jawa dilihat dari Kereta Api Ciremai Express
Stasiun Semarang Tawang - Penginapan.
Sesampainya di Stasiun Semarang Tawang dengan Cuaca panas saya langsung menuju ke penginapan namanya Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang dengan Ojek Online Rp.5000. Sesuai Nama Penginapan ini adalah Hotel Kapsul dengan harga Rp.34.000 / Malam, setelah Check-in kita dikasih kunci loker dan USER serta Password Wifi. Satu Tempat tidur berupa kapsul di Level. 3 Penginapannya nyaman, Murah, Bersih, Luas, Ada Locker, area tunggu nyaman, WiFi Cepat. 

Penginapan - Masjid Agung Jawa Tengah
Istirahat di Penginapan kemudian melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah yang terkenal akan Payung-payung seperti di Madinah. Saya ke Masjid Agung Jam 18:30-an dan langsung Melaksanakan Shalat Isya. Meskipun malam hawa di Semarang tetap panas halabhab . Setelah dari masjid Agung saya istirahat di depan minimarket dan mencoba Seblak. Makanan khas sunda dari kerupuk ini ternyata ada di Semarang, meskipun yang jualan dan yang masaknya bukan orang Sunda. Rasa Seblak manis, Kurang pedas (menurut saya lebih pedas dan nendang seblak dari daerah aslinya), sepertinya tidak memakai Cikur, Harga Rp.8000 - Rp.12.000 . Porsi mengenyangkan. Dari Masjid Agung kembali ke Penginapan dan Tidur. 

Tampak Payung yang menutup di Masjid Agung Jawa Tengah. 
Tempat tidur di Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang


HARI KEDUA - Rabu, 11 Oktober 2017 

Lawang Sewu
Petualangan hari kedua saya tidak sendirian kali ini ditemani teman saya Dimas dan mengunjungi Lawang Sewu. Mungkin bagi RF atau para RailFans Lawang Sewu ini menjadi destinasi Wajib karena berkaitan dengan Sejarah Kereta api pada jaman dulu. Areanya lumayan Luas dengan Bangunan yang Arsitekturnya Antik, terdapat koleksi Miniatur bangunan maupun miniatur Lokomotif Uap, Ruangannya kebanyakan Kosong yang terhubung melalui Pintu-pintu. 

Lokomotif UAP C 23 01 buatan Jerman di Lawang Sewu Kota Semarang

Lawang Sewu - Kampung Pelangi 

Berjalan kaki sekitar 600 meter ke selatan, kami mengunjungi kampung Pelangi. Kampung pelangi yang rumahnya dicat warna-warni dan terlihat ceria. Lumayan lelah juga karena untuk mengelilingi kampung ini harus naik turun tangga, karena memang letaknya berada di perbukitan. Tapi tenang terdapat warung-warung yang menjual minuman kalau kalian kehausan. 


Rumah di Kampung Pelangi Kota Semarang
KAMPUNG PELANGI - KLENTENG SAM POO KONG 

Dengan menggunakan Taksi Online secara GRATIS saya bersama Dimas melanjutkan perjalanan ke Klenteng Sam Poo Kong. Tempatnya Luas, terdapat minuman yang khas yang lupa lagi namanya, Minumanya Rp.5000 warna hijau berbau jeruk nipis dengan serutan buah. Klenteng Sam Poo Kong cocok untuk yang meu mengenal sejarah mengenai Laksamana Cheng Ho dan yang mau foto-foto disini Instagramable banget :D Enggak pelu jauh-jauh ke China deh. 

Panggung Pertunjukan di Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang


KLENTENG SAM POO KONG - LUNPIA DELIGHT

Setelah dari klenteng kami memutuskan mencari oleh oleh. Pertama ke Jalan Pandanaran disana ada Bangeng Juwana yang khas se antero Semarang, namun kami mencari oleh-oleh berupa aksesoris akhirnya kita ke Kampoeng Semarang, disana ada aksesoris cuma tidak Khas Semarang, kebanyakan gantungan kunci batik yang sudah umum dijual dimana-mana. Akhirnya kami menuju ke Lunpia Delight rekomendasi Teman saya, Irma. Disana kami membeli 2 Lunpia ingat ya LUNPIA pake N. Lunpia goreng Crabs dan Ikan Kakap. Harga Rp.20.000, 4 Potong dengan total panjang kurang lebih 15 cm, bumbu yang khas lengket serta ada sayuran seperti timun, selada dan daun bawang  utuh Tanpa dipotong. Minuman Semua seharga Rp.15.000 . Porsi kurang mengenyangkan untuk saya (Untung Dimas membawa nasi sehingga bisa agak memuaskan perut). 
Klenteng Utama di Area Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang

Sweet Green Tea - Lunpia Kakap di Lunpia Delight



LUNPIA DELIGHT - STASIUN SEMARANG TAWANG


Selesai Makan Lunpia ditemani Gerimis saya menuju ke Stasiun Semarang Tawang untuk melanjutkan Perjalanan menggunakan Kereta Api Argo Muria tujuan Stasiun Gambir, Jakarta. 
Kereta Argo Muria Rangkaian Eksekutif keluaran 2017 buatan PT INKA Madiun. Saya bersama dimas berada di Eksekutif 2. Lampu Putih yang terang, Multimedia nyala dengan Suara yang terdengar, terdapat Meja Lipat, Bantal, Selimbut Merah yang wangi tapi tipis, FOOTREST yang menyebalkan karena tidak bisa menompang kaki ketika kaki ini pegal setelah seharian berjalan-jalan. Getaran terasa, berisik karena mesin, iya. 

Untuk pertamakalinya saya memesan Nasi Goreng Parahyangan yang LEGEND saya penasaran karena belumpernah sama sekali merasakan nasi goreng tersebut. Dengan harga Rp.30.000 (Perasaan saya kenapa tiap makanan harganya sama rata Rp.30.000 padahal porsi, ke-enakan juga berbeda) kita mendapatkan nasi goreng dengan warna kemerahan, Daging Ayam, Telor Ceplok, Saus sambal, Kerupuk Udang serta acar. Rasanya ... Nasi gorengnya agak pedes-pedes sedikit, kerupuk nya kriuk-kriuk sekali, ayamnya kalau menurut saya bumbunya kurang berasa, telurnya enak. 

Lagi-lagi saya menikmati pemandangan Laut Jawa yang kali ini lebih dekat. Impian saya untuk melihat laut dari kereta tercapai sudah. 

Interior Eksekutif 2 Argo Muria Relasi Stasiun Semarang Tawang - Stasiun Gambir

Nasi Goreng Parahyangan Legend di Argo Muria

Pemandangan Laut Jawa dengan Maskot PT KAI Si Loko yang menempel di Kaca Kereta Api Argo Muria

STASIUN SEMARANG TAWANG - JAKARTA

Berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menggunakan Argo Muria , saya dan Dimas turun di Stasiun Jatinegara untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line ke Klender BAru untuk menginap semalam di Rumah junir kami, Andika

HARI KETIGA - Kamis, 12 Oktober 2017 

JAKARTA - BANDUNG - TASIKMALAYA

Sekitar jam 7:40 Pagi , dari rumah Andika di Pulogebang kami menuju Stasiun Cakung untuk naik KRL Commuter Line menuju Stasiun Juanda untuk selanjutnya menuju Stasiun Gambir dengan berjalan kaki. Menuju Bandung kami menaiki Argo Parahyangan di Eksekutif 1 . Kursi Kulit cokelat, tidak ada meja lipat, kurang empuk kursinya. Berisik dan bergetar. Tapi suara multimedia terdengar sekilas. AC Dingin ada bantal dan Footrest . Berangkat dari Stasiun Gambir jam 10:30 . Di Stasiun Bekasi kami berpapasan sama Rizki MAulana a.k.a Kymau salah satu sesepuh dalam dunia railfans :D (Sebelumnya saya bertemu Kymau di Stasiun Tasikmalaya, Kymau ke Surabaya dengan menggunakan kereta api Turangga)

Pretemua dengan Railfans senior di Stasiun Bekasi

Setibanya dibandung kami di sambut teman kami yang sudah menunggu di Stasiun Bandung Selatan ada Irma, Anjas menyusul ada Kang Gerry mereka adalah rekan dari sahabat kereta api, para railfans senior juga hhehee, kami diajak ke salah satu tempat paling hits sama anak-anak muda Bandung yaitu Pascal 23. Tidak terlalu jauh dari Stasiun Bandung, cukup jalan kaki saja. Akhirnya kami menuju Stasiun untuk kemudian Pulang ke Tasikmalaya menggunakan Kereta Api Malabar di Bisnis 2 .


Foto Bersama di Area Makanan Pascal 23 Kota Bandung




ESTIMASI BIAYA

Rp.65.000   TASIKMALAYA -  BANDUNG ( Lodaya Malam)***
Rp.80.000   BANDUNG - SEMARANG (Ciremai Express)**
Rp.30.000   Nasi Ayam Kremes di Ciremai Express
Rp.34.000   Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang
Rp.5000      dari Stasiun ke Sleep & Sleep*
Rp.10.000   dari Sleep & Sleep ke Masjid Agung Jawa Tengah*
Rp.11.000   Seblak depan Minimarket Masjid Agung Jawa Tengah
Rp.9000      dari Masjid Agung Jawa Tengah ke Sleep & Sleep*
Rp.5000      dari Sleep & Sleep ke Lawang Sewu*
Rp.10.000   LAWANG SEWU
Rp.5000      KLENTENG SAM POO KONG
Rp.6000      dari Bandeng Juwana ke Kampoeng Semarang (Voucer)
Rp.6000      dari Kampoeng Semarang ke Lunpia Delight (Voucer)
Rp.20.000   Lunpia Kakap Delight
Rp.15.000   Sweet Green Tea
Rp.7000      Green Thai Tea
Rp.100.000 SEMARANG - GAMBIR (Argo Muria)**
Rp.30.000   Nasi Goreng Parahyangan LEGEND
Rp.7000      dari Stasiun Klender Baru ke Pulogebang*
Rp.4000      Angkot dari Pulo Gebang ke Stasiun Cakung
Rp.30.000   GAMBIR - BANDUNG (Argo Parahyangan)**
Rp.16.000   Spageti Indomaret Point
Rp.65.000   BANDUNG - TASIKMALAYA (Malabar)***

*) Menggunakan Transportasi Online
**) Harga Promo Tiket Kereta api yang dipesan secara Online
***) Harga tiket Parsial

Ketika Naik Taksi Online GRATIS di Kota Semarang dengan Voucer ^_^


NOTE : Dalam perjalanan dari Lawang sewu ke KAmpung Pelangi Jalan kaki. Dari Kampung Pelangi ke Klenteng Sam Poo Kong dengan Taksi Online GRATIS, dari Klenteng Sam Poo Kong ke Bandeng Juwana dengan Taksi Online GRATIS, dari Lunpia Delight ke Stasiun Semarang Tawang dengan Taksi Online GRATIS

Baca Selengkapnya >>>

Geography Travelling Club Universitas Siliwangi , menyatukan hobi dengan ilmu.

Foto bersama Geografi Travelling Club Universitas Siliwangi


Sabtu Pagi pada 9 September 2017. Beberapa mahasiswa Pendidikan Geografi dari tingkat 2, tingkat 3 dan tingkat 4 berkumpul di Kampus Universitas Siliwangi dengan Jaket Oranye. Mereka akan melakukan perjalanan ke Curug Ciparay yang ada di Kecamatan Cigalontang. Total ada 27 Mahasiswa yang mengikuti trip ini, trip ke Curug Ciparay ini bisa dibilang trip dengan anggota yang ikut terbanyak yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2014, 2015 dan 2016. 

Sebelumnya memang keberadaan Geografi Travelling Club ini sempat vakum karena tidak adanya kegiatan. Sampai akhirnya dari mahasiswa angkatan 2016 mulai untuk merintis kembali Geografi Travelling Club atau yang disingkat GTC ini. Sebelumnya GTC Sendiri bernama Geografi Touring Club yang didirikan sekitar tahun 2006 didirikan oleh salah satu mahasiswa yang sekarang menjadi Dosen di Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Siliwangi. Trip pertama GTC ketika awal-awal adalah ke Pantai Pangandaran, setelah dari sana GTC kembali vakum hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2014 mahasiswa angkatan 2012 melakukan touring ke Curug Dendeng Cipatujah, saat itu belum termasuk agenda GTC, hingga ada hasrat untuk membangun atau menghidupkan GTC kembali. Pada 10 Desember 2014 resmi lah GTC dihidupkan kembali dengan nama baru yaitu Geografi Traveling Club. Pada tahun 2015 GTC kembali di hidupkan oleh Ketua Ankatan 2015, M.Dwi Sakti dengan trip ke Curug Dengdeng yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2015 , dari sana beberapa trip sudah dilakukan seperti trip ke Pantai Batu Karas, Trip ke Curug Sawer, dan pada 2016 GTC berubah nama menjadi Geografi Travelling Club atas gagasan para mahasiswa dan disetujui oleh Dosen Geografi. 

Selain itu GTC sendiri sekaarang memiliki Lambang dan dengan Tagline We Explore, We Learn. GTC Generasi baru bertujuan agar selain kita mengeksplore tempat atau tujuan kita juga bisa belajar tentang kenampakan dan kejadian yang ada, selain itu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bisa bersyukur atau bertafakur terhadap alam yang diciptakan oleh Tuhan. 

Kembali ke Trip Curug Ciparay, setelah berkunjung ke Curug dan menikmati sensasi air yang menyegarkan, anggota GTC melakukan GPS atau Gerakan Pungut sampah yang berada disekitaran Area Wisata Curug Ciparay Taiskmalaya, setelah itu barulah seluruh anggota Sharing mengenai Curug Ciparay. Salah Satu Mahasiswa angkatan 2015, Abdul Goni, menjelaskan bagaimana Curug atau Air terjun itu terjadi dan pemaparan ini sempat mengundang perhatian beberapa pemilik warung dan penjaga curug. Setelah saling sharing mengenai kelimuannya, seluruh anggota GTC dari angkatan 2014 - 2016 saling berkenalan, untuk lebih mengeratkan tali silaturahmi antar mahasiswa Geografi. 

Kedepannya berharap agar GTC yang diketuai oleh Wildan dari angkatan 2016 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari berbagai angkatan, serta bisa menampung hobi dari para mahasiswa Geografi Universitas Siliwangi, serta seluruh anggota GTC memiliki jiwa sosial yang tinggi ketika melakukan suatu perjalanan. Nah bagi mahasiswa geografi yang ingin ikut bisa menghubungi akun sosial media Instagram GTC dengan akun @gtcunsil_tsm


Dan ini adalah kegiatan ketika Trip ke Curug Ciparay yang terdokumentasikan di akun Instagram GTC
PErjalanan ke Curug Ciparay Tasikmalaya
Baca Selengkapnya >>>
(c)andrianrpratama. Powered by Blogger.