Keindahan Gunung Prau 2.565 mdpl

Gunung Prau berada diantara 3 Kabupaten yaitu Batang, Kendal dan Wonosobo, termasuk juga kawasan Dataran Tinggi Dieng. Ada 2 Jalur pendakian yang paling banyak dipilih oleh para pendaki yaitu dari Dieng dan dari Patakbanteng. 

Tidak terfikir saya akan mendaki Gunung setinggi 2565MDPL ini. Yang ada dalam fikiran saya adalah track yang landai, dan mudah seperti Gunung Papandayan. Karena Gunung Prau ini termasuk gunung yang cocok untuk pemula. Tetapi kenyataannya cukup berat juga saya Menaiki gunung Prau ini apalagi stamina saya sangat jauh berbeda ketika saya sekolah. 

Oke saya akan rincikan perjalanan saya menuju Gunung Prau bersama dengan teman saya. 

Dari Tasikmalaya saya berangkat dengan Bus Budiman jurusan Bandung - Wonosobo. Walaupun jurusan Bandung wonosobo cukup tunggu di Pool Budiman. Bus akan datang sekitar jam 21.00. 
Saat Bus datang ternyata banyak sekali pendaki yang sudah menunggu kedatangan bus itu. Ternyata bukan hanya kami berdua yang menuju wonosobo, tetapi Banyak ... Banyak .... Seperti semut yang menemukan gula, Bus Budiman jurusan Wonosobo diserbu para pendaki. 

Perjalanan Tasikmalaya - Wonosobo sekitar 6 Jam. 

Kami tiba di Terminal wonosobo sekitar jam 3:30-an Pagi hari. Istirahat dan Sholat dan sekitar jam 6:30 pagi kami berangkat menuju jalur pendakian Patakbanteng dengan bus kecil. 
Sebelum tiba di Patakbanteng. Kami bersama pendaki lain sudah disuguhkan dengan pemandangan indah gunung Sindoro dan Sumbing disepanjang perjalanan. 

akhirnya kami tiba juga di gerbang pendakian Patakbanteng Sekitar 40 menitan Perjalanan dari Terminal menuju Gerbang Patakbanteng kami turun di depan SD Patakbanteng dengan suhu yang dingin , hingga saat kita bicarapun mengeluarkan asap. 

Yoy tiba di Basecamp terus registrasi dan mengisi data juga bayar HTM-nya jangan lupa. Bagi yang pertamakali mendaki akan diinstruksikan peraturan dan tata tertib di Gunung Prau dan juga jalur pendakian. Nanti para pendaki akan diberi semacam brosur petunujuk. 

Perjalanan pun dimulai jam 7:34 WIB. Perjalanan pertama akan disughkan dengan tangga dari semen sampai bertemu dengan jalan setapak. Setelah itu akan masuk jalan yang cukup besar dari bebatuan yang cukup untuk 1 mobil. Setelah jalanan besar tadi hais kalian berarti sudah di Pos 1 dan melanjutkan perjalanan dengan jalan setapak lagi menuju pos 2. Sebelum pos 2 akan ada warung-warung serta toilet. Kebetulan saya berhenti di warung ini : 



Warung di Jalur pendakian Patakbanteng

WC di Jalur pendakian Patakbanteng
Saya saatitu tidak kuat ingin buang air untuk menemukan WC. Tapi ketika saya menginjakan kaki di WC tanpa alas kaki ternyata Dingin sekali !!! Bahkan tanahnya pun juga dingin apalagi Air nya. Sudah kayak air ES.

Setelah kalian melewati pos 2, medan akan semakin nanjak dan mulai memasuki hutan. seperti gambar dibawah ini.

Menuju pos 2 jalur Patak Banteng

Menuju pos 2 jalur Patak Banteng
Trek akan terus menanjak hingga nanti tiba di camp area.

Banyak juga para pendaki yang turun ada juga yang naik bareng kami. Sepanjang perjalanan kami saling tegur sapa, saling bercanda terlebih setelah melewati pos 3. Setelah istirahat ada sedikit hibudan entah dari pendaki mana yang jelas itu membuat kami melupakan sejenak rasa lelah.

Pendaki yang menghibur pendaki lain saat istirahat - Yang berdiri sendirian itu, hehehee

Setelah Pos 3 kita akan keluar dari hutan dan akan berpapasan dengan langit cerah saat itu. Matahari yang menyinari pada pendaki seolah menjadi cobaan yang harus dilalui. Belum lagi silaunya. 
Ya sepanjang perjalanan setelah Pos 1 sampai tiba di camp area kami disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Dan yang menjadi daya tarik adalah Gunung Sindoro dan Gunung sumbing. 

Pemandangan sebelum Camp. 

Pemandangan setelah Pos 2
Akhirnya setelah perjalanan cukup jauh dan jeda yang begitu banyak dengan nafas yang ngos-ngosan, Tiba lah saya di Sunrise Camp.

Ketika orang lain hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 Jam untuk mendaki saya membutuhkan waktu sekitar 4 jam 30 menit-an. Setelah mendirikan Tenda banyak juga pendaki yang dari tanah sunda , ada juga yang dari Tasikmalaya. Kami saling sapa di sana nobrol-ngobrol ringan.

Setelah melepas lelah saya berjalan-jalan di Prau. Indah Subhanalloh sekali pemandangannya. Sayang pemandangan itu harus terganggu dengan warna-warna kecil. Ya warna-warna yang kecil itu adalah sampah. Padahal sudah tertera " BAWA TURUN SAMPAHMU!" Tapi tetap saja ada yang buang sampah.

Yang lebih mengherankan lagi banyak juga kertas-kertas yang isinya itu tentang salam-salam. 
Saya mengumpulkan lebih dari 10 kertas berisi salam-salam tersebut.
Didalam kertanya ada yang tertulis seperti ini 

" NAMA SALAM DARI GUNUNG PRAU 2.565MDPL"
" SUKSES BUAT KKN .... "
" MAAF YANG TELAH MEMBUAT MU JUTEK DARI NAMA"
" NAMA KAPAN KE SINI .... "

yah dan banyak yang lainnya. Ada yang ditulis tangan ada juga yang sepertinya niat banget karena tulisannya itu di print. Bahkan saya menemukan banyak sekali spidol-spidol. 

Semakin malam suasana semakin berbeda. Para pendaki mulai bermunculan, tenda berwarna-wanri mulai berdiri. Berbada ketika kami pertamakali tiba, tenda bisa diitung jari. Tapi saat malam sepertinya suasana mulai berubah. 

Ini terbukti ketika keesokan harinya. Saya kaget ternuyata ada tenda di depan tenda kami. Tenda kami yang semua mengarah langsung ke pemandangan Duo gunung Sindoro dan Sumbing terhalang oleh tenda lain. Ketika saya keluar tenda. WOW Prau seakan-akan sudah menjadi sebuah pasar malam yang ramai dengan orang-orang. Tenda berdiri berdampingan, sangat penuh sekali. 


Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro dari Sunrise Camp

area Sunrise Camp

Pemandangan Gunung Prau

Gunung Sindoro dan Gunung sumbing di sore hari dari Sunrise Camp

Pemandangan Pagi Hari di Sunrise Camp Gunung Prau


Kami memutuskan untuk pulang melalui jalur Dieng. Awalnya saya menolak. Tapi ternyata alhamdulillah bisa melewati jalur Dieng. Perjalanannya cukup mudah ketimbang jalur Patakbanteng yang cukup miring. Pemandangan bukit-bukit akan menemani kita sebelum menuju hutan dan trek mulai agak memiring. Tapi walaupun begitu kita bisa berpegangan pada pepohonan . 

Setelah keluar dari hutan nanti kita akan bertemu dengan ladang pertanian warga. Suasananya sungguh tentram, adem, kadang saya mendengar suara seperti musik gamelan. 

Pemandangan gunung sindoro dan Sumbing


Pemandangan dari Puncak Gunung Prau 2.565 mdpl - Bukit Teletubies 

Pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing dari Puncak Gunung Prau 2.565 mdpl - Bukit Teletubies 

Rincian Perjalanan Pendakian Gunung Prau

12 Juni 2015
21:00 - Berangkat dari Tasik
22:00 - Istirahat di Ciamis

13 Juni 2015
03:40 - Tiba di Terminal Wonosobo
06:30 - Berangkat dari Terminal Menuju Patakbanteng
07:30 - Tiba di Patakbanteng 
07:43 - Mulai pendakian
10:00 - istirahat antara Pos 2 dan  (Istirahat yang entah keberapakalinnya) 
11:41 - Tiba di Gunung Prau - Sunrise Camp
17:33 - Menikmati Sunset di gunung Prau
20:56 - Tidur ditengah keramaian dan kegaduhan

14 Juni 2015
06:14 - Bangun menikmati sunrise
08:00 - Beres-beres siap pulang
08:50 - Tiba di Bukit Teletubies Puncak gunung Prau 2.565 mdpl
09:53 - Melanjutkan perjalanan pulang via Dieng
10:46 - Tiba di Basecamp Dieng.
12:00 - Berangkat menuju Terminal Wonosobo
14:35 - Tiba di Terminal Wonosobo
18:50 - Berangkat ke Tasikmalaya 




Related Posts

Previous
Next Post »

5 komentar

(c)andrianrpratama. Powered by Blogger.