Backpacking pertama kali ke Kota Semarang mengisi Libur UTS


Lawang Sewu yang pernah menjadi Kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan Kereta api jaman Hindia-Belanda. 

Libur UTS Selama Satu minggu saya manfaatkan untuk mengunjungi sebuah Kota di utara Jawa, Semarang. Tidak pernah saya mengunjungi Kota Semarang sebelumnya maka dari itu ini adalah cerita perjalanan pertama saya mengunjungi Kota yang terkenal akan Lunpia nya. 

HARI PERTAMA - Selasa, 10 Oktober 2017 

Tasikmalaya - Bandung menggunakan Lodaya berangkat dari Tasikmalaya jam 01:30-an (Telat).
Tiba di Bandung jalan kaki ke Masjid Raya BAndung 12 Menit untuk bersih-bersih dan Sholat. Balik lagi ke Stasiun Hall Bandung. 

Bandung - Semarang menggunakan Kereta Api Ciremai di Eksekutif 2. Kursi Empuk Biru Bludru. AC terasa sampai Cikampek. Setelah Cikampek tidak berasa. Tidak ada meja lipat. Kaca agak buram dan Fasilitas Hiburan ada. Tiba di Semarang  lebih awal Sekitar 13:32 WIB. Dengan menaiki Kereta Ciremai ini saya bisa menikmati laut Jawa dari kereta. Luar Biasa Sekali. Biasanya Jalur Selatan disuguhkan pemandangan gunung dan bukit. Jalur utara disuguhkan Lautan. Saya sempat membeli Makanan Rp.30.000 yaitu Ayam Kremes. Porsinya sama seperti di rumah makan pada umumnya yang biasanya Rp.15.000-an. Porsinya lumayan mengenyangkan, sambel kurang pedas, tempe enak, sayuran segar. 

Interior Kereta Ciremai Express Eksekutif 2


Interior Kereta Makan Ciremai Express

Nasi Ayam Kremes di Kereta Ciremai 

Laut Jawa dilihat dari Kereta Api Ciremai Express
Stasiun Semarang Tawang - Penginapan.
Sesampainya di Stasiun Semarang Tawang dengan Cuaca panas saya langsung menuju ke penginapan namanya Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang dengan Ojek Online Rp.5000. Sesuai Nama Penginapan ini adalah Hotel Kapsul dengan harga Rp.34.000 / Malam, setelah Check-in kita dikasih kunci loker dan USER serta Password Wifi. Satu Tempat tidur berupa kapsul di Level. 3 Penginapannya nyaman, Murah, Bersih, Luas, Ada Locker, area tunggu nyaman, WiFi Cepat. 

Penginapan - Masjid Agung Jawa Tengah
Istirahat di Penginapan kemudian melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah yang terkenal akan Payung-payung seperti di Madinah. Saya ke Masjid Agung Jam 18:30-an dan langsung Melaksanakan Shalat Isya. Meskipun malam hawa di Semarang tetap panas halabhab . Setelah dari masjid Agung saya istirahat di depan minimarket dan mencoba Seblak. Makanan khas sunda dari kerupuk ini ternyata ada di Semarang, meskipun yang jualan dan yang masaknya bukan orang Sunda. Rasa Seblak manis, Kurang pedas (menurut saya lebih pedas dan nendang seblak dari daerah aslinya), sepertinya tidak memakai Cikur, Harga Rp.8000 - Rp.12.000 . Porsi mengenyangkan. Dari Masjid Agung kembali ke Penginapan dan Tidur. 

Tampak Payung yang menutup di Masjid Agung Jawa Tengah. 
Tempat tidur di Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang


HARI KEDUA - Rabu, 11 Oktober 2017 

Lawang Sewu
Petualangan hari kedua saya tidak sendirian kali ini ditemani teman saya Dimas dan mengunjungi Lawang Sewu. Mungkin bagi RF atau para RailFans Lawang Sewu ini menjadi destinasi Wajib karena berkaitan dengan Sejarah Kereta api pada jaman dulu. Areanya lumayan Luas dengan Bangunan yang Arsitekturnya Antik, terdapat koleksi Miniatur bangunan maupun miniatur Lokomotif Uap, Ruangannya kebanyakan Kosong yang terhubung melalui Pintu-pintu. 

Lokomotif UAP C 23 01 buatan Jerman di Lawang Sewu Kota Semarang

Lawang Sewu - Kampung Pelangi 

Berjalan kaki sekitar 600 meter ke selatan, kami mengunjungi kampung Pelangi. Kampung pelangi yang rumahnya dicat warna-warni dan terlihat ceria. Lumayan lelah juga karena untuk mengelilingi kampung ini harus naik turun tangga, karena memang letaknya berada di perbukitan. Tapi tenang terdapat warung-warung yang menjual minuman kalau kalian kehausan. 


Rumah di Kampung Pelangi Kota Semarang
KAMPUNG PELANGI - KLENTENG SAM POO KONG 

Dengan menggunakan Taksi Online secara GRATIS saya bersama Dimas melanjutkan perjalanan ke Klenteng Sam Poo Kong. Tempatnya Luas, terdapat minuman yang khas yang lupa lagi namanya, Minumanya Rp.5000 warna hijau berbau jeruk nipis dengan serutan buah. Klenteng Sam Poo Kong cocok untuk yang meu mengenal sejarah mengenai Laksamana Cheng Ho dan yang mau foto-foto disini Instagramable banget :D Enggak pelu jauh-jauh ke China deh. 

Panggung Pertunjukan di Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang


KLENTENG SAM POO KONG - LUNPIA DELIGHT

Setelah dari klenteng kami memutuskan mencari oleh oleh. Pertama ke Jalan Pandanaran disana ada Bangeng Juwana yang khas se antero Semarang, namun kami mencari oleh-oleh berupa aksesoris akhirnya kita ke Kampoeng Semarang, disana ada aksesoris cuma tidak Khas Semarang, kebanyakan gantungan kunci batik yang sudah umum dijual dimana-mana. Akhirnya kami menuju ke Lunpia Delight rekomendasi Teman saya, Irma. Disana kami membeli 2 Lunpia ingat ya LUNPIA pake N. Lunpia goreng Crabs dan Ikan Kakap. Harga Rp.20.000, 4 Potong dengan total panjang kurang lebih 15 cm, bumbu yang khas lengket serta ada sayuran seperti timun, selada dan daun bawang  utuh Tanpa dipotong. Minuman Semua seharga Rp.15.000 . Porsi kurang mengenyangkan untuk saya (Untung Dimas membawa nasi sehingga bisa agak memuaskan perut). 
Klenteng Utama di Area Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang

Sweet Green Tea - Lunpia Kakap di Lunpia Delight



LUNPIA DELIGHT - STASIUN SEMARANG TAWANG


Selesai Makan Lunpia ditemani Gerimis saya menuju ke Stasiun Semarang Tawang untuk melanjutkan Perjalanan menggunakan Kereta Api Argo Muria tujuan Stasiun Gambir, Jakarta. 
Kereta Argo Muria Rangkaian Eksekutif keluaran 2017 buatan PT INKA Madiun. Saya bersama dimas berada di Eksekutif 2. Lampu Putih yang terang, Multimedia nyala dengan Suara yang terdengar, terdapat Meja Lipat, Bantal, Selimbut Merah yang wangi tapi tipis, FOOTREST yang menyebalkan karena tidak bisa menompang kaki ketika kaki ini pegal setelah seharian berjalan-jalan. Getaran terasa, berisik karena mesin, iya. 

Untuk pertamakalinya saya memesan Nasi Goreng Parahyangan yang LEGEND saya penasaran karena belumpernah sama sekali merasakan nasi goreng tersebut. Dengan harga Rp.30.000 (Perasaan saya kenapa tiap makanan harganya sama rata Rp.30.000 padahal porsi, ke-enakan juga berbeda) kita mendapatkan nasi goreng dengan warna kemerahan, Daging Ayam, Telor Ceplok, Saus sambal, Kerupuk Udang serta acar. Rasanya ... Nasi gorengnya agak pedes-pedes sedikit, kerupuk nya kriuk-kriuk sekali, ayamnya kalau menurut saya bumbunya kurang berasa, telurnya enak. 

Lagi-lagi saya menikmati pemandangan Laut Jawa yang kali ini lebih dekat. Impian saya untuk melihat laut dari kereta tercapai sudah. 

Interior Eksekutif 2 Argo Muria Relasi Stasiun Semarang Tawang - Stasiun Gambir

Nasi Goreng Parahyangan Legend di Argo Muria

Pemandangan Laut Jawa dengan Maskot PT KAI Si Loko yang menempel di Kaca Kereta Api Argo Muria

STASIUN SEMARANG TAWANG - JAKARTA

Berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menggunakan Argo Muria , saya dan Dimas turun di Stasiun Jatinegara untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line ke Klender BAru untuk menginap semalam di Rumah junir kami, Andika

HARI KETIGA - Kamis, 12 Oktober 2017 

JAKARTA - BANDUNG - TASIKMALAYA

Sekitar jam 7:40 Pagi , dari rumah Andika di Pulogebang kami menuju Stasiun Cakung untuk naik KRL Commuter Line menuju Stasiun Juanda untuk selanjutnya menuju Stasiun Gambir dengan berjalan kaki. Menuju Bandung kami menaiki Argo Parahyangan di Eksekutif 1 . Kursi Kulit cokelat, tidak ada meja lipat, kurang empuk kursinya. Berisik dan bergetar. Tapi suara multimedia terdengar sekilas. AC Dingin ada bantal dan Footrest . Berangkat dari Stasiun Gambir jam 10:30 . Di Stasiun Bekasi kami berpapasan sama Rizki MAulana a.k.a Kymau salah satu sesepuh dalam dunia railfans :D (Sebelumnya saya bertemu Kymau di Stasiun Tasikmalaya, Kymau ke Surabaya dengan menggunakan kereta api Turangga)

Pretemua dengan Railfans senior di Stasiun Bekasi

Setibanya dibandung kami di sambut teman kami yang sudah menunggu di Stasiun Bandung Selatan ada Irma, Anjas menyusul ada Kang Gerry mereka adalah rekan dari sahabat kereta api, para railfans senior juga hhehee, kami diajak ke salah satu tempat paling hits sama anak-anak muda Bandung yaitu Pascal 23. Tidak terlalu jauh dari Stasiun Bandung, cukup jalan kaki saja. Akhirnya kami menuju Stasiun untuk kemudian Pulang ke Tasikmalaya menggunakan Kereta Api Malabar di Bisnis 2 .


Foto Bersama di Area Makanan Pascal 23 Kota Bandung




ESTIMASI BIAYA

Rp.65.000   TASIKMALAYA -  BANDUNG ( Lodaya Malam)***
Rp.80.000   BANDUNG - SEMARANG (Ciremai Express)**
Rp.30.000   Nasi Ayam Kremes di Ciremai Express
Rp.34.000   Sleep & Sleep Capsule Hostel Semarang
Rp.5000      dari Stasiun ke Sleep & Sleep*
Rp.10.000   dari Sleep & Sleep ke Masjid Agung Jawa Tengah*
Rp.11.000   Seblak depan Minimarket Masjid Agung Jawa Tengah
Rp.9000      dari Masjid Agung Jawa Tengah ke Sleep & Sleep*
Rp.5000      dari Sleep & Sleep ke Lawang Sewu*
Rp.10.000   LAWANG SEWU
Rp.5000      KLENTENG SAM POO KONG
Rp.6000      dari Bandeng Juwana ke Kampoeng Semarang (Voucer)
Rp.6000      dari Kampoeng Semarang ke Lunpia Delight (Voucer)
Rp.20.000   Lunpia Kakap Delight
Rp.15.000   Sweet Green Tea
Rp.7000      Green Thai Tea
Rp.100.000 SEMARANG - GAMBIR (Argo Muria)**
Rp.30.000   Nasi Goreng Parahyangan LEGEND
Rp.7000      dari Stasiun Klender Baru ke Pulogebang*
Rp.4000      Angkot dari Pulo Gebang ke Stasiun Cakung
Rp.30.000   GAMBIR - BANDUNG (Argo Parahyangan)**
Rp.16.000   Spageti Indomaret Point
Rp.65.000   BANDUNG - TASIKMALAYA (Malabar)***

*) Menggunakan Transportasi Online
**) Harga Promo Tiket Kereta api yang dipesan secara Online
***) Harga tiket Parsial

Ketika Naik Taksi Online GRATIS di Kota Semarang dengan Voucer ^_^


NOTE : Dalam perjalanan dari Lawang sewu ke KAmpung Pelangi Jalan kaki. Dari Kampung Pelangi ke Klenteng Sam Poo Kong dengan Taksi Online GRATIS, dari Klenteng Sam Poo Kong ke Bandeng Juwana dengan Taksi Online GRATIS, dari Lunpia Delight ke Stasiun Semarang Tawang dengan Taksi Online GRATIS

Share on Google Plus

About Andri

CEO - Founder - Author - Reporter - Photographer of Blog Hayu Travelling. ASIK - Asli Tasik . USIK - Urang Tasik . Live in Tasikmalaya City, West Java Province, Indonesia.
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment